Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2012

untukmu ibu...

terima kasih ibu....
engkau menyelamatkan aku dari ketibangan dunia fana
engkau bertaruh nyawa demi aku berada di dunia ini
engkau rela sakit demi aku...
tapi apa yang aku berikan untuk mu ibu,???
apa yang bisa aku lakukan agar engkau bahagia??
apa yang bisa membuatmu senang??
itu semua tak berarti apa-apa..
ibu....
maafkan dinda yang durhaka,
ampuni dinda yang bantah
bangkang, nakal...
marahi dinda,salahi dinda yang hanya membuat ibu sedih
hukum dinda kalau itu yang terbaik untukmu ibu

Kamis, 29 September 2011

maafkan aku

menari-nari bersama semilirnya angin 
membuka jalan untuk setiap langkah 
siapapun kan merasa tersanjung oleh 
kerendahan dan kelebihan yang kau miliki 

kamu bagaikan burung yang bebas 
yang selalu membuka pintu hati 
siapapun pasti akan tergoda dan ingin 
memilikinya 

seuntai kata terungkap di benak jiwa 
seulas senyum memberi pesona 
ku alunkan nada tapi bersuara merdu 
hanya lewat kata kutuliskan sebuah 
kata I'M SORRY honey....


Jumat, 16 September 2011

kemana harus ku pilih

kala kumenemukan hati yang hilang,
dalam benak terpikir sejenak dapatkah pemilik
hatiku kan selalu ada menemaniku......
mengisi keseharianku, ruang kosong yang akan ia isi untukku
perasaan ini berarah tak menentu, kemana langkah tuk mencari ketika hilang kembali
ku coba tuk bertahan dan menjaganya.......
namun hati dan perasaan berkata lain akan dirinya
kudaki semua angan apa yang membebaninya
ku lalui segalanya apa yang jadi halangan baginya
telah gagal ntah mengapa!
kelak apakah ku kan menemukan hal yang sama seperti dulu
disaat ku mulai merasakan akan kedatangannya
sungguh gundah hati ini, melihat semua yang telah terjadi pada diriku
hingga perasaan dilemapun datang menjemput
seolah tak ada yang ingin diutamakan dan ditinggalkan
dimana, bagaimana dan mengapa ?
apakah mungkin dengan pertanyaan itu dapat menjawab
semua perasaan gundahku pada dirinya
aku memang tidak dapat membohongi perasaanku sendiri pada dirinya
tapi tak tau mengapa mulut seolah tak sanggup mengutarakan apa yang telah dirasakan saat ini
sampai sekarang rasa itupun masih ada melekat di hati..................